7 Orang Dipastikan Meninggal Tenggelam

27 06 2011

Bojonegoro – Tujuh orang dipastikan meninggal dalam peristiwa tenggelamnya perahu di Bengawan Solo, di Kanor Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/6/2011). Tiga orang lainnya belum jelas nasibnya. Korban selamat ada 6 orang.

Sampai saat ini, petugas BPDB (Badang Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro) terus melakukan pencarian terhadap 3 orang yang belum diketahui nasibnya. Kuat dugaan, ketiganya telah meninggal akibat terbawa arus.

“Kami akan terus melakukan pencarian sampai 3 korban ditemukan,” kata Kasiyanto, petugas dari BPDB.

Peristiwa naas ini pertama diketahui oleh Lantif (55). Kepada beritajatim.com, bapak 5 anak ini menuturkan dengan masih sedikit terbata-bata. Saat itu, dia sedang mencangkul di ladang. Posisi ladang memang tidak jauh dari Bengawan Solo.

“Tiba-tiba ada teriakan, tolong, tolong.. Saya sangat kaget. Saya lantas berlari menuju sumber suara,” tutur Lantif.

Dia bertambah kaget begitu melihat perahu yang perlahan-lahan tenggelam. “Padahal ada belasan orang di perahu itu. Mereka bersama-sama teriak minta pertolongan. Selanjutnya, beledess… Perahu beserta penumpangnya tenggelam ke sungai. Begitu juga dengan motor dan sepedanya,” imbuh Lantif.

Melihat kejadian tragis tersebut, Lantif mengaku tidak bisa bergerak. Dia hanya terpaku. Bingung harus melakukan apa. “Saya hanya bisa berteriak, Ya Allah, perahu kelem (tenggelam, red). Hanya itu yang bisa saya lakukan,” tuturnya.

Sejenak kemudian, Lantif mencari bantuan. Kebetulan ada orang sedang menambang pasir di lokasi kejadian. Penambang bernama Yahya (27) tersebut lantas melakukan pertolongan dengan alat seadanya.

“Kami mencoba menyelamatkan korban namun peralatan kami sangat terbatas. Kami kemudian mencari bantuan ke Polsek Kanor,” ujar Yahya.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, petugas datang dan langsung melakukan evakuasi. Satu per satu korban berhasil diangkat ke tepian. Tujuh orang meninggal dan enam orang selamat. Tiga lainnya belum ditemukan.

Korban selamat adalah Darsih (35) warga Jatibogo Kecamatan Kapas, Daminten (40) Pulung Soko Tuban, Sarngaji (45) warga Pulung Sooko Tuban, Jauhari (40) Jatibogo Kapas Bojonegoro, Arif Rahman 35 Grabagan Tuban dan Mugiyono (60) warga  Kanor.

Adapun korban meninggal terdiri dari Djayadi (13) sopir perahu, Sanaji (50), Kayat (50), Solikin (30), Diyah (4), Tarji (50), dan Sunarti (22). Sedangkan tiga orang yang belum ditemukan adalah Warsina (40), Jamilah (45), dan Robi (9). [sue/but]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: